TELUSURSULTRA.COM, JAKARTA – Ratusan massa yang mengatasnamakan Konsorsium Lembaga Pemerhati Konawe Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor perusahaan tambang nikel PT Kembar Emas Sultra (KES), Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Massa menuntut dugaan aktivitas penambangan tanpa dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta dugaan perambahan kawasan hutan segera diusut aparat penegak hukum.
Sejak pagi, demonstran memadati area depan gedung perusahaan dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mendesak manajemen PT Kembar Emas Sultra memberikan klarifikasi terbuka atas tudingan yang disampaikan.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi mencoba mendekati pintu masuk gedung. Aparat kepolisian yang berjaga membentuk barikade untuk mencegah massa masuk ke area perkantoran. Aksi saling dorong tak terhindarkan, namun kondisi dapat dikendalikan tanpa laporan korban.
Koordinator aksi, Leo, menyatakan pihaknya mengantongi data yang diklaim menunjukkan adanya aktivitas penambangan tanpa RKAB serta dugaan perambahan kawasan hutan tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
“Ini merupakan pelanggaran serius. Kami mendesak penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu,” ujar Leo.
Selain itu, massa juga menyoroti dugaan aktivitas pengeluaran ore nikel yang disebut menggunakan dokumen penjualan milik perusahaan lain. Mereka meminta kementerian terkait dan aparat penegak hukum melakukan verifikasi menyeluruh terhadap legalitas operasional perusahaan.
Massa mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan dan audit dokumen perizinan PT Kembar Emas Sultra.
Selama aksi berlangsung, PT Kembar Emas Sultra tidak menyampaikan pernyataan resmi. Sikap bungkam tersebut justru memantik kecurigaan dan memperkeras nada tuntutan massa.
Aksi tersebut menyoroti isu kepatuhan perusahaan tambang terhadap regulasi RKAB dan perlindungan kawasan hutan. Konsorsium menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tidak ada klarifikasi maupun langkah hukum yang tegas dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telusursultra.com belum memperoleh pernyataan resmi dari pihak PT Kembar Emas Sultra. (REDAKSI)











