Wali Kota Kendari Bantu 30 Jemaah Umrah Terlantar di Madinah

RAGAM369 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menunjukkan kepedulian terhadap warganya yang terlantar saat menunaikan ibadah umrah di Madinah, Arab Saudi. Ia turun langsung membantu 30 jemaah asal Kendari yang mengalami masalah layanan biro perjalanan setibanya di Tanah Suci.

Puluhan jemaah tersebut dilaporkan tidak mendapatkan kepastian hotel maupun konsumsi setelah tiba. Mereka bahkan harus menunggu berjam-jam di dalam bus dalam kondisi kelelahan.

Salah seorang jemaah, Feri Fadli, menuturkan rombongan berangkat dari Kendari menuju Jakarta pada Selasa (10/2/2027). Namun setibanya di ibu kota, mereka belum dapat langsung terbang ke Arab Saudi karena visa belum terbit sehingga harus menunggu beberapa hari.

Pada Jumat (13/2), kloter pertama akhirnya diberangkatkan menuju Jeddah dan sempat transit di Doha selama enam jam sebelum tiba pada Sabtu (14/2). Setibanya di Jeddah, para jemaah mulai mengalami kesulitan, terutama terkait konsumsi dan ketidakjelasan jadwal dari pihak travel. Mereka terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan makan.

Situasi semakin berat ketika rombongan tiba di Madinah. Hotel yang dijanjikan dalam paket umrah 12 hari belum tersedia. Puluhan jemaah, termasuk lanjut usia, harus menunggu lama di dalam bus tanpa kepastian.

“Kami terlantar di dalam bus di Kota Madinah. Hotel belum ditentukan dari travel. Dari siang kami belum makan,” ujar Feri melalui rekaman video.

Di tengah kondisi tersebut, salah satu jemaah berinisiatif menghubungi Siska Karina Imran yang kebetulan sedang berada di Madinah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Mengetahui kondisi warganya, Siska segera mendatangi lokasi rombongan. Ia kemudian mengajak para jemaah makan bersama di sekitar Masjid Nabawi guna memulihkan kondisi fisik mereka.

“Alhamdulillah, berkat beliau kami 30 jemaah bisa diselamatkan. Ibu langsung mengambil sikap dan membantu kami,” kata Feri.

Selain memastikan kebutuhan konsumsi, Siska juga membantu mencarikan hotel agar para jemaah dapat beristirahat dengan layak. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk tanggung jawab kepala daerah terhadap warganya, meskipun berada ribuan kilometer dari tanah air.

Sebelumnya, biro perjalanan menawarkan paket umrah lengkap meliputi tiket pulang-pergi, visa, hotel, dan konsumsi. Namun para jemaah menilai fasilitas yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih cermat dalam memilih biro perjalanan umrah. Tindakan cepat Wali Kota Kendari tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepada warga tidak dibatasi oleh wilayah administratif, bahkan hingga di Tanah Suci. (MS)