Bupati Konawe Hadir di Tengah Warga, Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Ramadan

EKONOMI, KONAWE266 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, KONAWE – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Yusran Akbar menunjukkan komitmennya dengan turun langsung ke lapangan. Jumat pagi (13/2/2026), orang nomor satu di Kabupaten Konawe itu menyusuri Pasar Sentral Asinua, berdialog hangat dengan pedagang, sekaligus memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang ramadan.

“Fluktuasi harga sembako itu ibarat parasetamol. Kalau dosisnya pas, masyarakat tenang. Tapi kalau over dosis, bisa bikin pusing,” ujar Yusran dengan gaya komunikatifnya, mencairkan suasana pasar yang pagi itu ramai oleh aktivitas jual beli.

Dalam kunjungan tersebut, Yusran menanyakan langsung harga beras, minyak goreng, gula, dan telur. Komoditas yang paling sensitif menjelang bulan puasa. Ia juga memastikan stok tersedia dalam jumlah cukup serta kualitas barang tetap terjaga.

Tak hanya berdialog, Yusran mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran dalam berdagang. “Jangan sampai ada yang menimbun atau menjual barang kedaluwarsa. Ini bulan penuh berkah, mari kita jaga amanah bersama,” pesannya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Konawe akan menggelar pasar murah di sembilan titik strategis, antara lain Pasar Wawotobi, Lambuya, Onembute, Amonggedo, Pondidaha, Sampara, Puriala, hingga Abuki. Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara bertahap hingga mendekati Idulfitri, guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program pasar murah ini menjadi salah satu strategi daerah dalam menjaga inflasi tetap rendah dan mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah juga menginstruksikan dinas terkait untuk terus memantau distribusi barang agar tidak terjadi hambatan pasokan.

Respons warga pun positif. Banyak yang merasa tenang karena pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar menerima laporan di balik meja.

Dengan pendekatan humanis dan kebijakan yang terukur, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk. Tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok. (REDAKSI)