TELUSURSULTRA.COM, KONUT – Dukungan terhadap Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Konawe Utara semakin meluas. Terbaru, Dewan Pimpinan Daerah BARA JP Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyatakan sikap mendukung Perjuangan kontraktor lokal Konawe Utara dalam menuntut keadilan pemberdayaan jasa pertambangan melalui Asosiasi IUJP lokal setempat.
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) turut mengapresiasi lahirnya Asosiasi IUJP Konawe Utara. Dinilai sebagai langkah maju untuk berhimpun menyatukan kepentingan yang sama, mendorong kesetaraan pemberdayaan jasa pertambangan di seluruh IUP Kabupaten Konawe Utara.
BARA JP menegaskan Ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam di daerah adalah isu yang patut mendapat perhatian serius.
Sekretaris DPD BARA JP Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdul Muis menilai bahwa selama ini potensi besar sumber daya alam di daerah kerap tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Karena itu, menurutnya BARA JP hadir memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi kontraktor lokal tersebut. Sebab, pemberdayaan pelaku usaha lokal bukan hanya persoalan kesempatan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kedaulatan daerah dalam mengelola kekayaan alamnya.
Kontraktor lokal Konawe Utara tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah geliat pertambangan. Kontraktor lokal harus diberi ruang yang adil untuk berkontribusi, baik dalam penyediaan jasa maupun keterlibatan aktif di sektor pertambangan.
“Dengan begitu, efek berganda (multiplier effect) dari industri ini benar-benar terasa. Lapangan kerja terbuka, perputaran ekonomi meningkat, serta kesejahteraan masyarakat lebih terjamin,” jelas Abdul Muis.
BARA JP menilai perjuangan kontraktor lokal sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya alam demi kepentingan rakyat. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya bersinergi untuk memastikan keadilan dalam pemberdayaan jasa pertambangan lokal di Konawe Utara.
“Hanya dengan melibatkan kontraktor lokal secara nyata, ekonomi masyarakat Konawe Utara akan lebih maju, pendapatan asli daerah akan meningkat, Tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas dan terserap lebih maksimal,” tutur Abdul Muis.
BARA JP berharap pemegang IUP tidak abai dengan keberadaan kontraktor lokal. Karena pengelolaan pertambangan yang adil bisa menjadi motor pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar eksploitasi yang meninggalkan ketimpangan. (REDAKSI)






