KKP Sespimma Polri 2026 Dorong Kolaborasi Strategis Tingkatkan Produksi Jagung di Jawa Barat

HEADLINE, NASIONAL51 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, BANDUNG -Sebanyak 25 peserta didik mengikuti kegiatan Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 oleh Pokjar V yang digelar di Aula Soejoed Lantai 2, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (4/5/2026)

Kegiatan yang dipimpin Kombes Pol Tommy Bambang Irawan, dengan pengawasan Kombes Pol Didit Eko Herwanto ini mengusung tema “Mewujudkan Sinergisitas Polri dengan Instansi Terkait Guna Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Kegiatan ini juga didampingi pembimbing AKBP Dewi Susilo Pangestuti dan Kompol Dedi Hermawan, serta pendamping Bripda Akhmad Luthfi dan Penata Nanik Kusminarsih.

Pelaksanaan KKP diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Kerjasama Polri dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Barat guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung dalam rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan”.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ir. Dadan Hidayat, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah program strategis, termasuk stabilisasi pasokan jagung untuk kebutuhan pangan, pakan, dan energi.

KKP Sespimma Polri 2026 Dorong Kolaborasi Strategis Tingkatkan Produksi Jagung di Jawa Barat

Dalam kegiatan tersebut, juga mempertegas peran aktif Polri dalam mengawasi distribusi jagung. Baik kepada pelaku usaha pakan maupun ke Bulog, guna menjamin ketersediaan pangan yang merata.

“Hasil FGD menunjukkan adanya penguatan sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Dadan.

Kerja sama lintas sektoral juga diperkuat melalui integrasi rantai pasok serta dukungan pembiayaan, baik dari tengkulak maupun perbankan pemerintah.

Terjalinnya sinergisitas yang solid antara Polri dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menjadi faktor kunci dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman jagung.

“Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan sistem ketahanan pangan nasional secara menyeluruh,” lanjut Dadan.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, kata Dadan Hidayat, menjalankan berbagai program strategis, antara lain stabilisasi pasokan jagung yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, pakan ternak, serta energi.

“Program ini bertujuan menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar, sekaligus menekan fluktuasi harga,” imbuhnya.

KKP Sespimma Polri 2026 Dorong Kolaborasi Strategis Tingkatkan Produksi Jagung di Jawa Barat

Disisi lain, Polri berperan aktif dalam mendukung pengawasan dan pengamanan distribusi jagung, baik kepada supplier industri pakan maupun kepada Perum Bulog, guna memastikan ketersediaan stok pangan yang aman dan merata.

“Peran ini mencakup pencegahan penimbunan, distribusi ilegal, hingga pengawasan terhadap potensi penyimpangan dalam rantai pasok,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Dadan Hidayat, penguatan kerja sama lintas sektoral terus didorong melalui integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir. Sinergi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, serta lembaga keuangan.

Dalam hal pembiayaan, kata Dadan Hidayat, dukungan modal diberikan melalui skema pembiayaan dari perbankan pemerintah maupun pihak swasta, sehingga petani memiliki akses terhadap sumber permodalan yang memadai dan tidak bergantung pada tengkulak.

Dengan optimalisasi kerja sama ini, diharapkan produktivitas jagung dapat meningkat secara signifikan.” Distribusi menjadi lebih efisien, serta ketahanan pangan nasional semakin kuat dan berkelanjutan,” tutupnya. (VELY)