Dengar Langsung Suara Warga, Polda Sulawesi Tenggara Bahas Narkoba hingga Penipuan Online di Jumat Curhat

HUKUM KRIMINAL188 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, KENDARI – Suasana hangat terasa di salah satu cafe di Kota Kendari, Jumat (13/2/2026) pagi. Di sudut kafe, anggota Komunitas Burung Kendari duduk berdampingan dengan jajaran kepolisian dari Polda Sulawesi Tenggara. Obrolan santai itu bukan sekadar ngopi bareng, melainkan bagian dari program rutin “Jumat Curhat” yang menjadi ruang terbuka bagi masyarakat menyampaikan keresahan mereka.

Sejumlah perwakilan satuan kerja hadir, mulai dari Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditresnarkoba, hingga Ditintelkam. Mereka datang mendengar langsung apa yang menjadi kegelisahan warga.

Ketua komunitas kicau mania, Qadri, menjadi salah satu yang angkat bicara. Ia menyoroti peredaran narkoba yang dinilai masih mengintai lingkungan masyarakat. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika bukan hanya merusak generasi muda, tetapi juga bisa memicu tindak kriminal lain seperti pencurian dan kekerasan jalanan.

“Kami berharap ada pendekatan yang lebih masif sampai ke tingkat RT dan desa. Edukasi itu penting supaya bisa dicegah dari awal,” ujarnya.

Keluhan lain datang dari Aris. Ia menyinggung truk pengangkut material yang melintas tanpa penutup bak. Pasir dan kerikil yang berjatuhan ke jalan dinilai membahayakan pengendara lain. “Sering sekali kita lihat material tumpah di jalan. Itu rawan kecelakaan,” katanya.

Tak kalah penting, Adi mengangkat maraknya penipuan online yang kini makin beragam modusnya. Ia berharap kepolisian memperkuat sosialisasi literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, perwakilan kepolisian memastikan setiap aspirasi akan ditindaklanjuti. Mulai dari peningkatan patroli, penertiban lalu lintas, sosialisasi bahaya narkoba, hingga edukasi terkait kejahatan siber.

Program Jumat Curhat ini diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat. Bukan sekadar forum formal, tetapi ruang dialog yang cair, tempat warga bisa menyampaikan keresahan tanpa sekat.

Di tengah secangkir kopi dan kicau burung yang menjadi hobi bersama, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama. (Vel)