TELUSURSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra saat ini menanggung utang sebesar Rp 877 miliar. Kondisi tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 4 Kendari di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (13/12/2025).
ASR menyebut, besarnya utang daerah menjadi tantangan serius dalam pengelolaan keuangan provinsi sejak awal dirinya menerima amanah sebagai gubernur.
“Pada saat saya menerima amanah kepemimpinan, daerah ini memiliki utang sekitar Rp 877 miliar,” kata ASR.
Menurutnya, tekanan fiskal semakin berat akibat penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat. Dana transfer yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 800 miliar, kini hanya tersisa sekitar Rp 207 miliar.
Penurunan tersebut dinilai tidak sebanding dengan kontribusi Sulawesi Tenggara terhadap pendapatan negara, khususnya dari sektor sumber daya alam (SDA) yang diperkirakan mencapai Rp 118 triliun per tahun.
ASR menegaskan, keterbukaan mengenai kondisi keuangan daerah ini merupakan bentuk transparansi kepada publik, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu.
“Saya sampaikan ini agar masyarakat memahami kondisi dan tantangan yang kita hadapi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi fiskal, ASR menyatakan pihaknya terus memperjuangkan status Sulawesi Tenggara sebagai provinsi kepulauan. Dengan luas wilayah mencapai 153 ribu kilometer persegi, Sultra dinilai belum mendapatkan formula fiskal yang adil.
“Perjuangan Provinsi Kepulauan alhamdulillah sudah diterima dan sedang berproses. Jika terwujud, peluang kesetaraan fiskal akan semakin terbuka,” jelasnya.
Selain persoalan keuangan daerah, ASR juga menyinggung pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, salah satunya dengan menghadirkan SMA unggulan di Sultra.
Mubes II IKA SMAN 4 Kendari sendiri digelar untuk memilih ketua baru sekaligus mempererat silaturahmi alumni lintas angkatan dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara. (REDAKSI)






