GP Ansor Kolut Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

HEADLINE, KOLAKA186 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, KOLUT – Asap sisa kebakaran masih menyisakan bau hangus di sudut Desa Patowonua dan Desa Watuliwu, Kecamatan Lasusua. Puing-puing rumah yang luluh lantak menjadi saksi bisu betapa cepatnya api merenggut tempat tinggal beberapa warga pada awal Desember ini.

Di balik kesedihan itu, kepedulian mulai berdatangan, salah satunya dari Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC) GP Ansor Kabupaten Kolaka Utara.

Pada Minggu (7/12/2025), rombongan GP Ansor Kolut datang menyapa para korban. Tanpa seremoni berlebihan, mereka hadir membawa bantuan sekaligus pelukan moral bagi warga yang sedang berusaha bangkit dari musibah yang menimpa. Setiap langkah kaki para relawan itu menjadi gambaran solidaritas yang tak sekadar formalitas organisasi.

Ketua PC GP Ansor Kolaka Utara, Harvey, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk panggilan kemanusiaan. “Kami hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya. Kata-kata itu menjadi suntikan semangat baru bagi para korban yang masih diselimuti duka.

Bantuan berupa donasi uang tunai diserahkan langsung kepada keluarga terdampak. Dana tersebut dikumpulkan dari anggota Ansor serta sejumlah donatur lain yang ikut mengulurkan tangan. Meski tidak dapat menghapus luka, bantuan itu diharapkan mampu meringankan kebutuhan mendesak pasca kebakaran.

Dalam kunjungan tersebut, Harvey tidak sendirian. Sekretaris PC GP Ansor Kolut M. Misri Asai, bersama para wakil ketua Abdul Malik, Mahda Nur Basri, dan Ari Saputra turut hadir memberikan dukungan.

Mereka menyempatkan diri berbincang dengan warga, mendengarkan cerita dan keluhan, sembari memastikan bahwa para korban tidak menghadapi situasi ini seorang diri.

Harvey juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat luas untuk ikut membantu pemulihan warga. “Kami akan terus membuka ruang kolaborasi bagi siapa pun yang ingin ikut peduli,” ujarnya. Seruan itu menjadi ajakan agar kepedulian sosial terus tumbuh, tidak berhenti hanya pada hari kunjungan tersebut.

Kebakaran yang melanda dua desa itu menyebabkan beberapa rumah warga rusak berat dan tak lagi dapat ditempati. Kini, para korban masih dalam proses menata ulang hidup mereka dari kebutuhan dasar hingga upaya membangun kembali tempat tinggal. Di tengah situasi sulit ini, uluran tangan seperti yang diberikan GP Ansor Kolut menjadi sumber harapan baru.

Di antara puing-puing yang berserakan, terselip keyakinan bahwa solidaritas masyarakat mampu menjadi pondasi bagi warga Lasusua untuk bangkit kembali. Kehadiran GP Ansor Kolut bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri. Dan di sanalah, kisah kepedulian itu menemukan maknanya. (REDAKSI)