Pemkot Kendari Gelar Rakor Sinkronisasi Program dengan KADIN dan HIPMI

HEADLINE, EKONOMI, KENDARI1621 Dilihat

TELUSURSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program dan Kegiatan Pemerintah setempat bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi, KADIN Kota Kendari serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi dan Kota Kendari.

Kegiatan itu dipimpin Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM dan berlangsung di ruang rapat Wali Kota, Selasa (23/9/2025).

Rakor bertujuan guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu Wali Kota menyampaikan sejumlah isu strategis dan capaian indikator makro Kota Kendari. Termasuk laju inflasi yang terjaga, yaitu -0,22% (bulan ke bulan), 2,89% (tahun ke tahun), dan 3,13% (tahun kalender).

Pemkot Kendari Gelar Rakor Sinkronisasi Program dengan KADIN dan HIPMI

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dalam mewujudkan visi kota sebagai “Kota Layak Huni yang Semakin Maju, Berdaya Saing, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan” dengan misi pembangunan SDM, penguatan infrastruktur, digitalisasi pelayanan publik, serta transformasi sosial.

Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan dari KADIN dan HIPMI menyampaikan masukan terkait pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal sebagai potensi unggulan.

Wakil Ketua Umum KADIN bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan H. Rahman, mengusulkan agar pariwisata masuk dalam agenda prioritas pembangunan karena memiliki potensi mendongkrak perekonomian dan membuka lapangan kerja.

“Penting juga promosi makanan khas daerah seperti Sinonggi dan kuliner tradisional lainnya sebagai daya tarik wisata,” ucap Rahman.

Ia mendorong adanya revisi regulasi serta keterlibatan aktif DPRD dan pemerintah kota dalam membentuk regulasi yang berpihak pada pengusaha lokal. Diskusi juga menyoroti pentingnya ketersediaan modal usaha bagi UMKM melalui akses dana KUR yang lebih fleksibel.

Pemerintah daerah didorong untuk berperan sebagai fasilitator dan memberikan rekomendasi yang dapat mempercepat penyaluran bantuan modal. (REDAKSI)