Anton Timbang Perjuangkan Hilirisasi Aspal Buton Langsung di Hadapan Presiden Prabowo

TELUSURSULTRA.COM, JAKARTA – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, mengusulkan percepatan hilirisasi Aspal Buton agar ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan pengurus Kadin se-Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan yang diikuti sekitar 150 pengurus Kadin dari 38 provinsi itu menjadi forum strategis antara dunia usaha dan pemerintah untuk membahas berbagai agenda pembangunan nasional serta penguatan perekonomian Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Anton Timbang hadir mewakili Kadin Sultra didampingi Fatmayani Harli Tombili dan Vebrianti Safruddin.

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih turut menghadiri pertemuan itu, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Doni Oskaria.

Di hadapan Presiden Prabowo, Anton Timbang menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi Aspal Buton sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional. Menurutnya, Aspal Buton merupakan salah satu cadangan aspal alam terbesar di dunia yang memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian industri aspal nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

“Kami berharap percepatan hilirisasi Aspal Buton dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional sehingga pengembangannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Potensi yang dimiliki Aspal Buton sangat besar dan sudah saatnya menjadi kekuatan industri nasional,” ujar Anton.

Upaya percepatan tersebut juga diperkuat dengan komitmen investasi sebesar Rp1,4 triliun dari Danantara yang akan difokuskan pada pembangunan industri pengolahan Aspal Buton. Investasi itu diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing produk aspal dalam negeri.

Kadin Sultra juga menyambut positif rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Investasi dan Pengembangan Industri Pengolahan Aspal Buton. Melalui regulasi tersebut, pemerintah akan membentuk Badan Usaha Pengembang Aspal Buton Olahan (BUPABO) yang bertugas merancang, membangun, hingga mengoperasikan industri pengolahan Aspal Buton.

Anton Timbang berharap Kadin Indonesia bersama jajaran Kadin provinsi dan kabupaten/kota dapat dilibatkan dalam BUPABO. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha penting untuk mengawal penyerapan produk, memastikan penerapan spesifikasi Aspal Buton olahan, serta mendukung pengembangan industri agar berjalan secara optimal.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha untuk menjadi mitra strategis pemerintah melalui empat program quick wins, yakni Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan renovasi rumah tidak layak huni.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi yang terus dibangun Kadin bersama pemerintah. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, serta perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Bagi Kadin Sulawesi Tenggara, kehadiran Anton Timbang bersama delegasi Sultra di Istana Merdeka menjadi momentum penting untuk memperjuangkan percepatan hilirisasi Aspal Buton agar memperoleh dukungan penuh pemerintah pusat dan menjadi salah satu pilar utama pembangunan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045. (VELY)